Sudah jadi musisi, kenapa “banting setir” jadi fotografer?

Sudah sekitar 10 tahun lebih aku membangun nama sebagai musisi. And I think I’m pretty good at that. Suka diajak perform, atau ngajar, atau buat musik untuk projek game atau video klien.

Tapi suatu hari aku ketemu kamera DSLR yang sembunyi selama lebih dari 10 tahun dan aku memutuskan untuk coba-coba. Awalnya memang hobi, tapi makin kesini aku makin yakin untuk membangun karir dari fotografi, bagaimanapun itu. Aku mulai rebranding di sosmed dan apply ke job fotografi.

Mungkin ada yang kaget atau bingung karena keputusanku. Di sini, aku akan jelaskan mengapa aku pilih fotografi sebagai jalan karir pilihanku.

1. Setiap industri pasti perlu foto.

Sekarang sudah jamannya sosmed. Perusahaan perlu foto untuk bahan marketing untuk stand out dari kompetitor. Selain foto produk atau jasanya itu sendiri, terkadang mereka perlu fotografer untuk memotret profil karyawan dan kegiatan karyawan untuk tujuan employer branding.

Di sisi lain, tidak semua company perlu musisi atau orang yang bekerja di industri musik.

Ini sangat terasa saat networking. Terakhir, aku networking di acara Kompas. Bayangkan kalau aku memperkenalkan diri sebagai musisi. Mungkin lebih sedikit yang minat untuk berkoneksi dengan aku dibandingkan kalau aku memperkenalkan diri sebagai fotografer.

2. Mengajarku untuk menikmati dunia luar.

Dulu, aku mengambil kamera lamaku di masa pandemi. Lamanya masa stay at home membuatku gatal untuk keluar dan melihat pemandangan seperti dulu. Hobi seperti fotografi menjadi excuse aku untuk keluar. Fotografi sangat memiliki potensi untuk mendapatkan pendapatan hanya dengan melakukan ini!

Sebagai musisi, aku menghabiskan sebagian besar waktu indoor, entah itu latihan atau tampil. Kurang ada waktu untuk keluar.

Demikian alasan kenapa aku memilih fotografi, bukan musik, sebagai jalan karir utamaku.

What’s next?

Tentunya, next step bagiku adalah untuk belajar video. Semakin maraknya konten video seperti Tiktok dan Reels Instagram membuat skill videografi semakin digemari dan dicari klien. Hanya saja, DSLR lama aku tidak dapat merekam video, makanya aku fokus ke fotografi dulu. Akhir-akhir ini, baru aku beli kamera yang bisa merekam video dengan kualitas yang baik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *